Selasa, 14 Januari 2014

New Year! New LIFE for sure!

Hey, happy new year.
It has been 2014.
I can't even believe it sometimes
Time goes by and no one can even stop it.
And here I am..
With all of my dreams, my hope, my faith, my life,and my everything.

Hope that this year will be a damn great year!
Hope that I can do my best during this year, so there will be no regret behind.
Hope that I can love everything that I have well, so I won't feel regret when I lost them.
Ya, so many hopes this year..

Universe, let you hear that..
THIS YEAR, I'LL GIVE MY BEST, NO MATTER WHAT!

Minggu, 15 Desember 2013

December in Love

Welcome December!
How I love you, my December..

Desember itu identik dengan hari ulang tahun gue dan perayaan yang selalu ditunggu-tunggu karena nuansanya yang indah dan penuh kedamaian, Natal.
Akhir-akhir ini gue lagi seneng banget ngeliatin pernak-pernik Natal yang ada dimana-mana. Pingin banget beli tapi sayangnya rata-rata mahaal..
Semua nuansa Natal, pernak-pernik, dan lagu-lagu yang dipasang dimana-mana membawa gue pada pengalaman masa kecil yang indah.
Gue pun berasa muda kembali.

Tahun ini, gue ga banyak nulis blog, dan kemarin ini baru aja mereview kembali tulisan-tulisan yang ada di blog gue dari awal mula gue nulis, tahun 2010. Dan, itu memalukan sekali, sungguhh..
Banyak banget tulisan ababil ala ABG yang tergambar dengan jelas. Segala macem puisi-puisi amit-amit yang menghiasi masa muda dan kealayan gue pun tergambar dengan jelas.
Oh My God!
Satu hal konyol yang gue inget adalah waktu dulu gue interview kerja di salah satu perusahaan (tahun 2010an), gue pernah bilang kalo gue suka nulis, dan HRD-nya minta alamat blog gue.
Pertanyaannya adalah, apakah beliau sudah membaca blog dengan segala kelabilan gue di dalamnya itu?
Only universe knows.
Tapi gue tetep diterima sih di perusahaan itu, walaupun pada akhirnya gue memilih perusahaan yang lain yang udah nerima gue lebih dulu.

Ya, sama aja kayak waktu PDKT and nyari pacar, harus ada yang namanya CADANGAN. Kerjaan juga begindang. LOL

Ngomong-ngomong soal Desember, bulan Desember di tahun ini berasa bedaaaa bangeett.. Soalnya gue udah menemukan pasangan yang selama ini gue idam-idamkan.
Gue sendiri berharap, selama gue nulis di blog ini, dia ga pernah baca. HAAHA
Tapi satu hal, menemukan dia di antara sahabat-sahabat cowo gue itu adalah ANUGERAH terindah yang pernah ada di hidup gue! Betapa gue bersyukur buat semua proses yang ada :')

Dulu banget waktu jaman-jaman SMA (sekitar 4-5 tahun yang lalu), gue pernah nulis kriteria cowok idaman gue.
Setelah kemarin ini gue jadian, gue pun nyari-nyari tulisan gue itu, dan eng ing eng. He is the one!
A-gak-nya, semesta mendengar, dan mempersatukan gue sama dia secara tidak kebetulan.

Pernah melintas di kriteria cowok impian gue, kalo gue tuh pingiiin banget punya pacar yang:
1. Humoris.

2. Jago Inggris

3. Bisa nyanyi.

4. Jago musik.

5. Easy going.

6. Pengertian.

7. Selalu ada. Ini jijay banget deh. Ya harap dimaklumin secara gue nulisnya juga jaman-jaman masih labil kan ya hihi.

8. Bisa mendengarkan.

9. Sweet, romantis.

10. Mapan. Untuk yang satu ini, dengan modal kerajinan, keuletan dan kegigihan dia untuk selalu kasih yang excellent dalam kerjaannya (memberi lebih dari yang diminta) gue yakin banget cepet atau lambat dia akan menjadi suami mapan yang gue idam-idamkan! HAHAHA.

FYI, gue sahabatan sama dia udah cukup lama, kenalnya sekitar 3 tahunan, PDKTnya nyaris SETAHUNan dan teman-teman yang biasa gue curhatin pun udah nyaris give up dengerya. Tapi pada akhirnya mereka sangat-sangat ga nyangka kalo gue bisa jadian sama teman sepermainan gue itu. Mereka pun turut bahagia, dan ga sedikit yang envy, baik yang terucap maupun yang terlihat hahaha.Oiya sebelumnya gue udah jomblo super duper lamaa, sampe-sampe lagu I'm single and very happy itu jadi jingle temen hidup gue =D ya sekitar 6 tahunan lebih jomblo, hingga akhirnya kesabaran gue mempelajari seluk-beluk percintaan pun berhasil manis (soal trik-trik dan hasil survey selama gue PDKT dan mengenal berbagai jenis pria, akan gue dokumentasikan kemudian)


:') so? How lucky I am!

That's why pencarian gue berakhir ketika gue menemukan dia di hidup gue.. Thanks God for sending me a guardian angel :)

Minggu, 08 Desember 2013

My dreams, my passion, all of them

Have just written 45 of my dreams.
I try my best to write them in 100, but it's hard. haha
I try it from a motivation book, to write your 100 dreams.
Emm, in life, I learn a lot of things, I enjoy it, but sometimes it's damn hard to be grateful.
as we know that, we are only human. with different feeling, heart, mindset and other differences.
It's hard to be understood sometimes. It's even harder to understand the others.
That's why learning people happens for lifetime.

 Ah, so confused what I want to share exactly.
After all, I've been learning how to be calmer, care, diligent, on time and all..

- Dessy Natalia with her complicated mind.

Selasa, 03 Desember 2013

My 23rd bday

Finally, I'm 23 now..
Kind of shock, amazed of God's grace and so thank God for everything that He has done to me
I do love my life.
I'm blessed much more than I deserve.
I have a great boyfriend. He is the most patient man in the world. He always can makes me smile.
He treats me like a princess. oh! How blessed I am :') I do love him.
Hope that I can grow old with him and live happily ever after hoho

In this year, 2013, I feel so happy, more than words can say. It was huge, awesome, lovely, unforgettable moment..
I've got my dream bag from my Mom. Thanks Mom, I love you!
I've got special gift from God, my boyfriend, Bagus Dwi Ordika.
I've got two birthday cakes, flowers in bouquet, wishes, prayers etc.

At 23, I have got a great job as a Sales Executive Hotel, an quite outstanding hotel exactly.
I haven't graduated yet from university, that's what I called FAVOR! I got the job without any title on my name.
I am taking communication as major, and I do love it. My GPA is great.
It's 3,69. But I've got 1-C. I don't hope that I can be cum laude then.
One year to go before graduation, I'll do my best and I know that God will take the rest.
I have a super Mom, she is a hard worker although she is a single parent. I love her so much even when she is so talkative at all.
I have a handsome younger brother. He is studying at university too, taking information system as major.
We are on the same year. But I'll be graduated faster than him for sure. He is smart, he can looking for his own money. I'm so proud of him.

I have been being a teacher, a quality assurance at a pharmaceutical company. It was amazing experience at all.
I have so many best friends, and I know that they love me so much.

How happy my life is..

I love you, God!
Thanks for guiding me during this 23 years.. :')

Minggu, 01 Desember 2013

Before 23

23 tahun kurang sehari..

Ga berasa udah mau nambah umur lagi.
Review di  tahun ini ternyata belum banyak pencapaian yang berarti.

1. Gue masih belom bisa konsisten nulis di blog, diary atau apapun itu jenisnya. Mimpi buat jadi penulis kondang pun terpaksa harus gue simpen dulu buat tahun depan.

2. Di awal tahun, di saat gue akan memasuki semester 4, gue mendapatkan pekerjaan yang sangat-sangat membahagiakan sekaligus mengkhawatirkan. Gue direkrut bekerja sebagai Sales Executive Hotel di Ciater sana. Thanks God-nya gue ditempatin di Jakarta Sales Office-nya, di Cikini.
Di fase gue belajar banyak hal. Sempet kesulitan setengah mati sama pengaturan jadwal kerja-kuliah. Apalagi di awal masa probation, gue harus menjalani training selama sebulan lebih di kantor pusat alias hotelnya yang ada di Ciater. Di sana gue ngekos. Karena posisinya bener-bener deket sama gunung Tangkuban Perahu, setiap malemnya gue harus menikmati dinginnya udara yang menemani gue tidur. Sama sekali ga perlu AC di kosan gue ini. Dengan harga 250 ribu sebulan, gue bisa menikmati fasilitas semacam villa. Itu pun kantor yang bayar. Sungguh bahagianya hidup gue. Ditambah Ibu sama Bapak plus Teteh di kosan gue itu BAEEEE nya keterlaluan. Gue merasa diterima lebih dari sekedar keluarga sama mereka. God's FAVOR! Masa-masa training awalnya terasa sangat sangat menyenangkan, secara gue ga punya basic sama sekali soal hotel. Gue seneng banget bisa belajar dan tau seluk-beluk hotel beserta segala divisi-divisi yang terlibat di dalamnya. Ditambah ada resort yang menyediakan berbagai permainan, dan gue boleh coba gratis mulai dari flying fox, rumah hantu, 4D Cinema, ATV, gokart, berendem aer panas alam, panahan, fish spa theraphy dan masih banyak lagi hiburan menarik lainnya yang bisa gue dapatkan dengan cuma-cuma. Tapi setelah 2 minggu di sana, homesick pun melanda. Gue mulai kangen rumah beserta segala fasilitas yang ada di rumah. Gue kangen nyokap. Gue kangen kuliah. Masa-masa liburan juga udah berakhir, terpaksa gue extend liburan sekitar 2-3 minggu, apa daya kali ini gue kerja dan dibayar, jadi harus ikutin semua peraturan yang ada.

Masa-masa probation selama 3 bulan cukup membuat gue dag-dig-dug. Berat rasanya harus belajar hal-hal yang sangat-sangat masih baru. Mengingat basic sekolah gue itu Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBo) Ya, kimia!
Ketemu klien atau walk in guest (tamu-tamu yang langsung berdatangan ke hotel) cukup bikin gue gemeteran, tangan dingin, keringetan, dan mood ga karuan. Salah-salah sebut kata atau salah sebut harga udah jadi makanan sehari-hari. Kecupuan demi kecupuan gue temui selama masa training. Banyak hal baru yang gue alami di Sari Ater Hotel & Resort ini. Jadi Sales itu ga segampang keliatannya, sekalipun di tempat gue kerja ga ada yang namanya target secara signifikan,

Penolakan yang paling parah, sama halnya dengan perlakuan terhadap sales panci. Ga jauh beda.

Yah, segini dulu deh curhatnya~ hoho

Senin, 02 September 2013

Relationship and Future

"Relationship is not about I love you, you love me, let's get married"

Hmm..
Seiring dengan berjalannya usia, gue mulai sering ditanya-tanya soal kapan punya calon suami, kapan married, dll.
It sucks sometimes..

Sampai akhirnya gue dihadapkan pada statement di atas dan terngiang-ngiang sampai saat ini.
Hmm, bener juga ya, menikah itu memang tujuan akhir para pasangan yang menjalin hubungan, tapi pada kenyataannya ga segampang itu persiapan buat menikah.

Kemarin ini gue baru aja dikasih penjelasan mengenai fakta persiapan pernikahan dan manajemen keuangan setelah menikah.
Okay, it shocked me,
Malemnya gue langsung susah tidur dan sakit kepala.

"Berat juga yaa ternyata....Ga segampang keliatannya.."

Berikut gue akan mencoba menjabarkan dan membandingkan sedikit mengenai perbedaan di kala lajang dan sudah menikah.

Di kala single, gaji lu bersifat utuh. Seutuhnya menjadi milik lu. Bebas lu pake buat apapun, tanpa banyak pertimbangan dan tuntutan ini itu. Mau nyalon, beli baju, nongkrong, nonton, dll. UP TO YOU!

Di kala persiapan mau married.
"Lu harus siap buat nabung bareng, ngurangin kebiasaan lu yang cuma sekedar have fun dan buang duit"
OH MY! Berarti bakal jarang tuh bisa nongkrong bareng temen2, kuliner iseng-iseng, nonton film terbaru yang lagi hot, dan sebagainya.

Oke, say bye bye to the new gadget, sale, and other silly but fun things..

hmm.. Sekarang ini umur gue 22, sedikit lagi masuk 23. Belom terlalu tua-tua amatlah. Masih banyak mimpi yang pingin gue kejar. 1,5 taon lagi baru kelar kuliah, setelah itu cari kerjaan yang settle, gaji gede, domisili deket rumah, beli mobil sendiri, hepi2 sampe puas... baru deh setelah itu, emm.. mungkin siap untuk menikah.


Tapi ternyata, ga bisa! Justru sejak sekarang inilah gue harus mulai memanage kehidupan gue termasuk keuangan dengan sangat baik. Udah saatnya menabung dan mengurangi kegiatan-kegiatan buang-buang duit yang ga berdampak positif dan signifikan ke dalam kehidupan gue. Yu mari menabung, memanage kehidupan dengan baik, serius dalam bekerja (ambil ilmu dan perlebar jaringan sebanyak-banyaknya), serius dalam kuliah (supaya cepet beres), belajar pekerjaan rumah supaya kelak jadi ibu rumah tangga yang baik dan mulai mencintai anak kecil.. LOL

Yuuhuuu.. I'm coming!

Jumat, 23 Agustus 2013

Being a Sales Executive Hotel vs Struggling to get additional title for my name

Hey world, long time no share!

Sekarang gue udah pindah kerja ke sebuah hotel & resort di kawasan Ciater, Subang, yang cukup terkenal dengan air panas alaminya. Namanya kini lebih dikenal dengan sebutan Sari Ater.

Baru sekitar 6 bulan gue kerja disana, banyak temen dan ilmu baru yang gue dapetin. Kuliah beranjak semester 5, sedikit lagi skripsi dan akhirnya lulus. Well, 1.5 taun lagi gue bebas dari bangku perkuliahan.
Tapi faktanya, kehidupan terasa semakin berat ketika gue memutuskan untuk kuliah sambil bekerja.
Well, it's easier than done.
But here I am, trying my best to finish it well.

Sedikit refresh mengenai perkuliahan, di semester 1, mata kuliah masih cemen dan semua nilai bisa dapat A dengan mudah. Sehingga IP 4,00 bisa gue raih tanpa banyak perjuangan.
Di semester 2, gue sibuk kuliah sambil mengajar di tempat bimbingan belajar. Fokuspun terbagi, dan gue harus cukup puas dengan beberapa nilai B yang menyusup ke dalam kartu hasil studi gue. IP 3,60 gue anggap sebagai upah yang hmm masih cukup sepadan.
Di semester 3, strategi mengajar sambil kuliah sudah cukup gue kuasai, sehingga IP 3,88 bisa gue raih kembali.
Tibalah di semester 4, ketika gue memutuskan untuk mengambil kuliah kelas karyawan, yang memaksa gue untuk kuliah di jam-jam rawan yaitu di sore menjelang malam hari, di saat pikiran sudah bercabang dan fokus melayang-layang jauh di udara.
IP pun merosot tajam, hanya di 3 awal..

Intinya, gue belajar banyak hal. Belajar bersyukur sekalipun keadaan mengharuskan gue untuk hidup dalam perjuangan yang lebih berat. Thanks God!

Senin, 27 Agustus 2012

All about kids. It's amazing

Kids. I give them knowledge and they give me everlasting memory~

Rasa kehilangan yang teramat sangat selalu gue rasain tiap kali murid yang gue ajar private keluar dari tempat les.
Rasanya, kalau bisa sedikit gue gambarkan, ga beda jauh sama kehilangan pacar. Pedihnya sama.
Gue ngajar mereka cenderung pake afeksi yang mendalam. Gue ga segan-segan anggep mereka kayak anak gue. Intinya, gue selalu memikirkan bagaimana cara terbaik untuk bisa menciptakan cara belajar terbaik yang efektif dan ga kaku. Gue juga sering mendoakan mereka di saat menghadapi ulangan-ulangan.

Ya, I share my heart and life when I teach them.

Yang pertama kali berasa banget tuh Novena, kelas 5 SD.
Dia gue ajar selama kurang lebih 5 bulanan. Anaknya ceria, aktif, cerdas.
Menginjak kelas 6, peraturan di tempat bimbel terpaksa mengkondisikan dia untuk diajar oleh partner ngajar gue yang jauh lebih berpengalaman menghadapi anak-anak yang mau menghadapi ujian nasional.

Sayangnya, sang Mama menginginkan anaknya bisa mendapatkan kelas privat, sementara fakta yang ada, sang guru tersebut telah full schedule. Akhirnya dia pun beralihlah ke tempat bimbel lain. Menyisakan sejuta memori indah di otak gue.

Waktu dia udah ga les lagi, gue dan dia sempet BBMan panjang lebar, gue pun termehek-mehek. Sedih banget rasanya harus kehilangan murid yang extraordinary banget. Terlebih, di saat dia tuh bilang kalo dia tuh sayang sama gue, dan ga rela pindah les sama guru lain.

Sekarang kejadian yang sama terulang lagi, mungkin nantinya memang akan sering gue alami.
Namanya Kimberly Huang. Kimi. Begitu kami memanggilnya, kelas 4 SD.
Daya ingatnya baik, imajinasinya baik, berbakat dalam menggambar, terlihat dari berbagai gambar yang dia ciptakan di buku tulis dan papan tulis.

Anak ini sempat memberi gue penghapus unyu sebagai kenang-kenangan karena minggu ini minggu terakhir dia diajar sama gue. Sedih banget rasanya waktu dia bilang kalo Mamanya mutusin buat privat di rumah aja karena lokasi tempat les cukup jauh dan waktu belajarnya yang cuma sejam dirasa kurang cukup.
Segurat rasa kecewa di mukanya membuat gue semakin menggila. It hurts.

Terlebih tadi, ketika dia bilang,"Ci, nanti kalo aku kangen, aku sms cici ya, kita maen bareng."
Nangislah gue setelahnya (di rumah). Gue pengen banget meluk dia tadi tapi ga sanggup :(

dipikir-pikir, gue rapuh bangett yaa, kek anak labil. tapi gimana dong, emang udah keburu sayang bangettt...

August 27th, 2012
When kids drive me crazy

Minggu, 26 Agustus 2012

Passion & Vision

Passion adalah ketika lu mampu mengerjakan sesuatu tanpa merasa lelah padahal jelas-jelas yang lu lakukan jauh dari batas normal.
Passion adalah ketika lu mau mati-matian mengerjakan sesuatu tanpa menuntut imbalan, pure buat kepuasan diri sendiri. Ada seberkas rasa puas ketika lu mampu menyelesaikannya, bahkan tanpa pujian dari orang lain. That's PASSION.

Vision adalah ketika lu menemukan bahwa hidup lu berharga dan menyadari bahwa lu spesial, ditambah ketika lu menemukan satu tujuan dalam hidup lu yang lu rasa harus lu selesaikan hingga terealisasikan. Faktanya, ketika lu menemukan visi hidup,  ga segampang kelihatannya, akan banyak visi-visi lain yang mencoba menyusup dalam pemikiran lu. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, visi hidup yang benar akan tetap bersinar dan unggul dalam pikiran lu. Berbagai cercaan bahkan underestimate pun akan singgah dalam pencarian dan penggenapan visi hidup.

But, stay cool, keep focus and reach your vision by knowing your passion!


Minggu, 19 Agustus 2012

Everlasting Memory

Liburan Kuliah di akhir Semester 2

IP semester ini tidak akan seindah semester kemaren. Kalo di semester 1 gue bisa memperoleh semua nilai A untuk semua mata kuliah dan mendapatkan IP 4,0 sebagai nilai akhirnya. Semester ini gue harus belajar cukup puas dengan tiga buah nilai B untuk mata kuliah-mata kuliah yang ajaib dengan dosen yang agak "royal" dalam pemberian nilainya.

Di semester ini, gue emang agak mengesampingkan kuliah gue dan cukup concern dengan jadwal tambahan baru gue, mengajar. Ya, demi mengejar passion, gue ambillah jadwal mengajar senin, rabu, jumat. Alhasil, gue pun harus bolak-balik kampus dari hari Senin-Sabtu, kecuali Jumat dengan jadwal kuliah yang hemm bisa dibilang agak merepotkan.

Liburan kali ini gue dapet jatah libur 1,5 bulan. Cukup lama. Agak membosankan tapi cukup terbayar dengan upah mengajar tiap hari gue dari Senin-Jumat. Ya, gue anggap liburan kali ini sebagai jalan untuk belajar bekerja keras.

Banyak kejadian menarik yang terjadi antara gue dan murid-murid yang gue ajar selama liburan. FYI, gue mengajar sekitar 20an murid dalam 18,5 jam per minggunya dan mendapatkan upah jauh lebih besar dari duit gaji kantoran yang pernah gue alami selama kerja setahun. Melihat realita ini, gue pun jadi agak terpicu untuk melakukan yang terbaik.

Jurusan komunikasi yang gue ambil selama kuliah cukup berguna untuk menjawab berbagai pertanyaan asal yang kadang dilontarkan oleh berbagai jenis makhluk SD yang gue ajar. Kadang gue juga bisa terdiam menghadapi ulah anak-anak ini. Kelakuan aneh semacam mengemut pensil yang baru saja dmasukkan ke dalam hidung sampai fenomena mencebokki murid pernah gue saksikan dan lakoni. Gue anggap semua itu sebagai latihan untuk menghadapi anak gue kelak.

Berbagai banyolan indah yang mengisi hari-hari gue bersama mereka pun tersimpan rapi dalam memori, di antaranya:
Kimberly Huang, kelas 4SD, dia pernah berkata,"Cici, ketinggalan jaman nih, masa beneran belom punya pacar? Aku aja dulu pacaran dari TK sampe kelas dua, malahan aku dikasih bunga segala Ci."

Gue pun terdiam.

Atau,
"Cici kemaren PR yang cici kerjain ada yang salah loh. Gimana sih ci kok salah-salah begitu?"
Gue pun menjawab,"Maaf, kemaren cici teh ngantuk, jadi ajah ada yang salah. Hehe"

Di waktu lain:
"Ci, bencana alam yang terjadi di atas permukaan bumi apa sih?"
"Pesawat jatoh," jawab gue dengan sangat pasti.
Dan murid gue pun percaya, beberapa menit kemudian:
"Ci, kok di buku contohnya banjir, tanah longsor gitu sih ci, ga ada nih pesawat jatoh."
"Ah, kapan cici bilang pesawat jatoh? Cici lagi bercanda kali tadi.. hahaha"

Berakhir dengan tawa. Berhasil.

Ya, liburan yang cukup berkesan, diisi dengan berbagai kegiatan berguna, keliling kebon raya, maen basket sampai berenang. cukuplah untuk sedikit membakar lemak yang menumpuk di badan.

Semester depan akan segera gue jumpai dalam hitungan hari. Satu asa yang pasti, gue akan melangkah dengan lebih pasti. Cukuplah kiranya 2 semester pembelajaran yang telah banyak gue alami dengan suka duka di dalamnya. yeah, I'm ready to face the third semester! yihaaa~ I'll do my best!

Welcome to the Jungle Called College!

Welcome to the Jungle Called College!

Kampus adalah tempat teraneh yang pernah gue temuin di muka bumi ini. Jauh berbeda dari kehidupan SMA yang pernah gue jalanin. Pertama kali gue menginjakkan kaki di kampus, gue merasakan ada aura-aura yang tidak terbantahkan dan tidak terungkapkan yang menyelimuti pikiran gue. Aura apakah itu? Yang pasti bukan Aura Kasih.

Seiring dengan banyaknya hari yang gue jalani di kampus, gue mulai ngerasa enjoy dan menemukan banyak anak-anak ajaib yang menjadi warga kampus.

Di kampus, berbagai jenis makhluk ada, mulai dari yang normal sampai ke tahap yang spektakuler. Dari jenis kutu buku, anak gaul, anak kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), sampai ke kunang-kunang (kuliah-nangkring, kuliah-nangkring), ditambah berbagai jenis spesies lainnya. Berbagai percakapan ini mungkin bisa sedikit menggambarkan kehidupan gue bersama mereka.

“Eh, rambut gue lepek ga? Gue mau ngedate nih sama cowok gue. Kalo balik dulu bakalan lama tapi kalo keramas di salon deket kampus bakalan sayang duit. Aduuuh!”

“Ah, gue ga mau ke kantin ah, nanti rambut gue bau aseep, gue kan mau ngedate (ditambah adegan cium-cium rambut)”

Ya, salah satu sudut yang sering disinggahi sama anak-anak di kampus gue adalah kantin. Letaknya di sebelah mesjid dengan ukuran yang tidak terlalu luas dan cukup apek, tanpa adanya ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup, sukses membuat semua yang menempel di tubuh berbau gorengan.

Pernah pada suatu waktu ketika dosen mengajar, ia berkata:

“Aduh, ini kok bau gorengan ya di kelas!”

Dengan polos, teman gue yang kental berlogat Jawa pun berkata,”Anuu.. Saya Bu, tadi saya dari kantin”

Atau kelakuan teman gue yang lainnya. Nih cewek sayang banget sama Blackberry-nya. Saking sayangnya, dia suka keterlaluan kalo ngasih syarat-syarat buat orang bisa megang BB dia itu. Begini cuplikan wejangannya:

“Jangan pencet-pencet tengahnya! Gue pencet nih tengah lu!”

Setelahnya,  banyak orang mengurungkan niat untuk meminjam BB-nya.

Atau di saat demam UTS dan UAS. Ada sedikit kisah yang menuai tawa dan canda sebagai responnya.

Sebut saja namanya Andri. Begitu masuk kelas, doi langsung heboh dan berteriak-teriak ga jelas.

Seisi kelas pun bertanya dia habis kesurupan apa dan dia berkata,”Adooooh, tadi pagi gue udah niat banget bikin contekan di tangan. Tapi gue lupa, terus cuci tangan, jadi aja hilang. Huwaaaa”

Lain lagi dengan kisah di kelas Bahasa Indonesia, di saat sang dosen meminta ijin untuk pulang lebih cepat karena ada urusan lain. Gue teriak “Yess” dengan lirih. Lalu teman-teman gue yang lain pun berteriak-teriak,”Pak, si Ncik nih Pak. Malah yes-yes-an.”
Sang dosen hanya menatap gue dengan senyum penuh makna.

Di kelas psikologi, ketika sedang membicarakan masalah kelainan dan fenomenal yang pernah terjadi, seorang senior angkat bicara.
“Ada, Bu fenomena lain,” kata senior itu dengan antusias.
“Ya, apa?” tanya dosen itu.
“Paus, Bu”
“Kenapa dia?”
“Gak punya kaki, Bu.”
Sekelas hening lalu berniat melepas sepatu dan melemparkannya ke arah senior tersebut.

Atau seorang transgender, begitulah dosen humas gue menyebutnya, agak kejam memang. Begitu selesai presentasi, dia duduk di sebelah gue dan mencubit-cubit tangan gue dengan manja sambil berkata, “Aduuhh, tadi presentasi Budi (nama disamarkan) jeleek bangeeet yaa? Gimana dong? Gimana dong? (sambil berniat nyender di pundak gue, sebelum akhirnya gue keplak kepalanya)”

Gue pun menjawab,”Ihh, boo. Yaudah sih nyante aja ciiin, bagus kok. Santai..”

Dia pun mengelap air mata yang hampir menetes dari pelupuk matanya.

Ada lagi kisah konyol sewaktu dia nginep bareng temen-temen ceweknya. Jelas aja nyokap si empunya rumah ngomel dan bilang,”Kok kamu ngajak cowok nginep sih?”

Teman gue itu pun dengan santai menjawab: “Dia banci, Ma.”

Nyokapnya nanya lagi buat sekedar memastikan,”Beneran banci?”

Sebelum sempat  menjawab, si Budi pun pamit mau ke kamar mandi sambil berkata, “Tante, Budi pipis dulu yaa. Nis, temenin dong. Budi takuut..”

Nyokap si empunya rumah pun berkata,”Ya, ampun. Kamu itu yaa.. Banci sih banci tapi kan onderdil kamu tetep laki, Budi. Masa mau ditemenin segala sama Ninis.”

”Ih Tante, tapi Budi takut. Temenin ya Nis di depan pintu aja. Nanti pintunya ga Budi tutup.”

Percakapan tersebut mengundang gelak tawa semalaman suntuk.

Begitulah kurang lebih kisah-kasih gue dan kampus tercinta.. yaa, sekitar 2 tahun lagilah gue di sini. Akan ada sekitar sejuta kisah ajaib menanti gue.. Wish Me Luck!

Jumat, 10 Agustus 2012

Perjuangan Demi Terbitnya Buku Pertama

Publish a book?
Ah, sounds easy.

Faktanya, target akhir Juni berlalu, kini Agustus menjelang dan tanda-tanda buku akan segera rampung pun tidak kunjung ku jumpai.

Berbagai dukungan terus ada membisikkan kata semangat dan menyuarakan bahwa aku mampu.

Tapi niat ini terus mempermainkanku, kadang menghilang tanpa kabar, kadang susah payah ku temui sedang bersembunyi di tengah kerumunan banyak orang.

Rasa ini membuatku gundah, dan memaksaku bertanya-tanya dalam hati,"Akankah buku ini dapat kuselesaikan dengan baik?"

Hanya waktu yang dapat menjawab.

:') much love, pray, and thanks.

Selasa, 15 Mei 2012

book in progress

Gue nyaris lupa kalo gue punya blog. Sekarang ini gue lagi sibuk merampungkan buku pertama gue. yang kemungkinan akan gue kirim ke penerbit sekitar bulan Juni akhir. Dengan segala perjuangan, dan berbagai dukungan dari semua pihak, gue berharap  banget buku ini akan segera terbit. *I wish!
ya, konsep bukunya adalah komedi yang berbaukan pengalaman hidup..
Buku ini berbeda dengan buku-buku komedi yang udah di-launching sebelumnya karena kisah hidup gue terbilang extraordinary, mulai dari sekolah analis kimia berbasis pendidikan 4 tahun, kerja di perusahaan farmasi yang bosnya bule sampe akhirnya gue meneruskan pendidikan ke major komunikasi.. semua penuh cinta dan tawa pastinya. So, just pray for my book. Thank you! <3

Selasa, 11 Oktober 2011

Kehidupan Kereta Penuh Pesona

Kehidupan Kereta Penuh Pesona

Kenapa gue ngambil topik dan judul ini? Karena gue yakin dan percaya setiap orang pasti pernah ngerasain yg namanya naek kereta..

Well, nama gue Dessy Natalia. Kegiatan sehari-hari gue hampir selalu dimulai dgn naek kereta. Entah itu kerja (dulu) ke Cimanggis atau kuliah kayak sekarang ini (Tebet). Dengan rutinitas gue yang selalu bersentuhan dengan kereta, akhirnya bikin gue secara ostosmastis jadi hafal sama urutan stasiun, yaa sejauh ini sih baru dari stasiun Bogor sampe Manggarai :D

Bogor – Cilebut – Bojonggede – Citayam – Depok – Depok Baru – Pondok Cina – UI (Univ. Indonesia)- UP (Univ. Pancasila) – Lenteng Agung – Tanjung Barat – Pasar Minggu – Pasar Minggu Baru – Duren kalibata – Cawang – Tebet – Manggarai

Huahh, cape juga nginget-ngingetnya..

Tiap stasiun punya ciri khas sendiri, jadi kalo gue lagi ketiduran di kereta trus tiba2 kebangun biasanya sih gue langsung tau itu dimana, kecuali untuk special case, dimana arwah belom ngumpul sepenuhnya, biasanya gue refleks kayak orang kebelet nanya ke ibu2 di sekitar gue. Sekedar info, hampir selalu gue naek di gerbong wanita dan hampir selalu juga gue naek kereta AC yang sekarang disebut Commuter Line sejak gue kehilangan Blackberry tercintah gue yang baru 2 minggu dibeliin enyak pas naek kereta ekonomi. Keilangan tuh BB bikin gue bernazar kalo sampe gue liat orang yg mepet-mepet dan ngambil BB gue itu (dan smoga gue inget), gue pengen ngedorong dia ke rel. hahaha *ktawa jahat

Di kereta sekarang ini, hampir selalu penuh sesek. Banyak kejadian konyol yang gue alamin di dalemnya. Salah satunya waktu gue mau ke Jakarta sama nyokap gue, doi riweuh banget gara-gara tuh kereta penuh dan dia jarang naek kereta. Gue sengaja ngasih space lebih gede buat nyokap dengan segala perjuangan, tapi ga tau kenapa sikut gue udah 2x refleks ngenain kepala mba-mba yang sama. Dia duduk di depan gue, sementara gue berdiri dengan anggunnya. Dan untuk yang ketiga kalinya, sikut gue nempel di kepala tuh mba-mba. Kenceng banget bunyinya. Pletak! Kurang lebih begitu, bikin tuh mba2 nengok dengan tatapan sadis ingin membunuh gue. Gue takuut dikutuk >.

Gue cuma bisa tabah dan tawakal menghadapi semua ini. Ya iyalaaaah secara gue tersangkanya! Sambil berkali-kali bilang “maap”.. gue bukannya merasa bersalah, tapi malah sibuk nahan ketawa, ga tau deh kenapa. Haha

Ya, itu cuma salah satu cerita bodoh yang pernah gue lakuin. Naek kereta emang penuh dengan sejuta pesona. Banyak hal. Mulai dari hiasan sepatu gue yang ujug-ujug udah ilang pas turun dari kereta, kisah sepatu yang langsung dekil walaupun udah dicuci (efek keinjek-injek makhluk-makhluk gaib di kereta), sampe dimarahin ibu-ibu gara-gara nginjek kakinya pake high-heels gue *nyengir*

Banyak pengalaman yg nyenengin juga, berhubung gue suka kebluk kalo di kereta, sampe2 kalo gue dalam posisi berdiri pun gue bisa tertidur dengan pulesnya sambil megang tiang (ga nari-nari ye gue di tiang, enak aja :P ) Nah, ngeliat kedodolan gue yang bgitu, seringg bangeeet ada ibu-ibu yang berbaik hati noel-noel dan ngasi gue duduk. Entah karena kesian ngeliat muka gue yang keliatan cape bangeet atau karena muka gue terlihat menyedihkan. Entahlah, sampe sekarang, gue ga tau alesannya. Ga mungkin juga kan gue nanya ke mereka >,< Padahal sih intinya, itu gara-gara gue kebluk aja dah! Hahahhaa.. diem-diem aja ya..

Terus kalo pagi-pagi juga, karena gue sering senyum-senyum sama ibu-ibu di kereta (rada kayak orang gilaa sih), gue sering dikasih duduk walaupun nyempil-nyempil kayak upil gitu.. Katanya gue kecil, jadi ajah disuru duduk. Ngek! Alhamdulilah ya, sesuatu bangett..

Selaen itu, gue juga berkali-kali ketemu sama ibu-ibu yang curhat soal kehidupannya, ada yang sampe nangis, bikin gue pusing, ada juga yang berkali-kali ngulang-ngulang pertanyaan yang sama,”Gimana coba kalo mba jadi saya??”

Ibu-ibu macem gini nih, yang bikin gue kudu focus ama ceritanya yang ngalor ngidul, nyebutin berbagai nama yang pada akhirnya di otak gue cuma tersalurkan sebagai si ini, si itu sama si anu.

Kereta juga bikin gue stress akan banyak hal. Apalagi kalo lagi penuh banget, ga jarang tuh kepala gue masuk ke keteek orang!! Atau malahan rambut orang di depan gue masuk ke idung gue dan mengganggu pernafasan gue. Tragis abis! Belom lagi kalo orang-orang di sekitar lu keringetan, trus lu ngga sengaja mepet gara2 goncangan di kereta, nempel dah tuh keringet. Iyaks!

Dan waktu gue ujug-ujug cacar, itu gue sangat sangat amat curiga kalo ketularan di kereta, karena orang-orang di rumah, kantor sama di gereja tuh ga ada yang cacar. Apes!

Dan ga tau kenapa, tiap hari Senen, gue selalu kena sindrom mules di kereta, dan itu selalu masih jauh dari stasiun Tebet, biasanya masih sekitar 7 atau 8 stasiun lagi, gue mulai mules-mules. Itu nyiksa bangeet tauu ga seeh.. badan panas dingin, keringet bercucuran dan yang lebih dudul, bulu kuduk merinding. Aih! Segala posisi pun gue kerahin, mulai dari nempel ke tiang, sampe nahan nafas, trus buang teratur. Pernah juga sih ga tahan gitu, akhirnya turun deh di stasiun sesuatu.. dan itu Sesuatu banget! Aseli..

Waktu badan lu misah sama kepala lu juga amit2 nyebelinnya, gue pernah sampe kram perut abis meliuk-liuk gitu di kereta, saking padetnya tuh kereta.. Terkadang juga, ga bisa turun di stasiun yang seharusnya gara2 udah padet parah sampe ga bisa ada yg merayap-rayap keluar. Kalo udah kayak gitu, gue cuma bisa pasrah, turun di stasiun antah berantah trus naek kereta balik ke stasiun yang seharusnya.. Indah!

Tapi selaen pengalaman-pengalaman macem itu, ada yang lebih tragis, yaitu sewaktu pintu kereta nutup tepat di depan kedua mata lo. Itu indah bangeet loh, berasa di surga kali. Diiringi dengan tatapan memilukan dan prihatin dari berbagai pihak. Rasanya tuh kayak luka disiram cuka..Ohh, periiih!

Tapi itu dulu, sewaktu kereta jarang dan jauh jaraknya. Kalo sekaranga sih tiap 20 menit sekali juga ada. Makanya gue jadi tenang dan bisa lebih menikmati suasana berkereta api.

Sekian cerita dari saya, silahkan berbagi kisah anda dengan kereta api pujaan anda lewat komen di bawah ini..

Tunggu kisah saya berikutnya, Selasa depan dengan judul.. Kampusku, masa depanku! Check it out!

Makasih ya udah baca dan meluangkan waktu buat cerita gue yang kadang-kadang ga jelas (eh selalu ding) ini.. Tunggu cerita full version tentang kebodohan-kebodohan gue laennya di buku eksklusif gue *Doain.. hehe

Respon terbaik yang bisa Anda lakukan ketika menyadari kebodohan yang telah Anda lakukan adalah menertawakan diri Anda dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

~Dessy Natalia

Ospek itu Indah

“Masa-masa ospek itu emang masa yang paling indah! “

Terdengar kebohongan terbesar yang gue ucapin berulang-ulang di pagi ini.

Selasa, 15 September 2011

Hari ini gue harus nyiapin semua perlengkapan-perlengkapan unyu buat Ospek besok..

Perjalanan gue dimulai dari jalan kaki ke luar rumah dan menyetop angkot 06 ke arah Merdeka (PGB), disitu gue turun ke tempat gorden, hordeng, ato apalah itu berdasarkan informasi yang gue dapet dari nyokap tercinta, dan terjadilah pembicaraan sengit semacam ini :

Gue : Pak, disini jual tali perusik ato pe’rusik (ala Batak, penuh penekanan di huruf E’nya) ga ya?

Bpk2 : Hah? Apa neng? Masuk aja ke dalem.

Gue : Mas, ada tali perusik?

Mas2 : Hah? Tali buat kursi?

Gue : Perusik Mas, yang buat daki gunung itu loh (sok iya, kayak beneran tau)

Ujug-ujug, Bosnya keluar dan menghampiri tempat dimana kegaduhan itu berasal.

Bos : Oh, ga ada. Kita ga jual, harusnya cari di toko alat-alat gunung gitu (dengan ekspresi muka seakan-akan bilang : “oon ih ni anak”)

Gue : Oh, iya iya.. makasih Pak.

*Mengumpat sepanjang perjalanan : “Maamaaaaaaa, bikin maluuuuu ajaaa dehh!”

Gue pun meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki di sekitar area Merdeka situ, ke toko-toko buku beli pita jepang oren (gue sempet berdebat dan ngerepotin mba-mba dan mas-masnya soal yang mana yang pita jepang), beli spidol, kacu pramuka. Trus nanya-nanya ke toko-toko olahraga soal tali pengusik hati gue itu.. Dan terdengar kabar bahwa tali itu ada di Ramayana deket pasar Bogor.. wahh, senangnya..

Gue pun melangkah dengan agak pasti, Naek angkot 02, berenti di Bank Mandiri dulu, bank tempat gue ktinggalan KTP pas minggu kemarennya. (waktu mau bikin rekening baru)

Gue : Pak, saya mau ambil ATM sama buku tabungan baru, bisa langsung lewat antrian cepet kan ya kata mba2nya kmaren?

Satpam : Oh, sekarang sama aja Mba ngantrinya sama yang laen.

Gue : (masih ngotot) Loh, tapi kata mba2nyak kmaren itu?

Satpam : Iya, itu cuma uji coba dan ternyata ga efektif

Gue : (mulai keki) Yaudah deh, mana nomer antriannya Mas?

Gue dikasih kertas No. 8 dan gue pun bertanya.

Gue : Mas, ini kayak kemaren itu yah, nunggu sampe urutan 100 dulu baru balik lagi ke no.1?

Satpam : Iya, Mba.

Gue : Sekarang antrian ke berapa ya?

Satpam : 47, Mba.

Gue : (dalem hati : Modar!) Yaudah saya tinggal ya Pa, nanti kalo sempet balik lagi.

Gue pun pergi meninggalkan Bapak satpam dengan ke-ambigu-an di mukanya itu dan beranjak menuju Ramayana deket Pasar Bogor.

Pas depan pintu masuk, lagi-lagi gue ketemu satpam. Dan gue pun terpaksa bertanya pada satpam itu.

Gue : Pak, tempat alat-alat daki gunung itu dimana ya?

Satpam : (muka bingung)

Gue : Katanya sih di dalem Ramayana gitu.. (tiba-tiba gue sadar kalo gue baru saja mengucapkan kata-kata cerdas mirip Einstein. OON)

Satpam : Oh, yaudah coba adek langsung ke Ramayananya aja (muka prihatin).

Gue : Makasih ya, Pak.

Ternyata itu tuh stand Eiger. Talinya ga ada! Kata mas2nya adanya depan elos, di showroom Eiger yang gede itu loh. Baiklaah.. (muka pias, badan lumayan pegel2)

Sampailah gue di Eiger depan Ekalokasari. Tempatnya ada! Ya, emang ada. Talinya juga ada. Tapi belinya ga boleh cuma semeter. Harus sebundel dan itu barang import harganya 400 rebu. *hopeless.

Mba-mbanya terlihat sangat prihatin sama gue dan mereka bilang, ”Coba cari di Boogie, dket Jambu dua, deket pom bensin. Pasti disana ada” (dengan muka meyakinkan gue)

Sayangnya, Gue ga tau itu dimana. Dan gue pun bertanya-tanya. Nanya terus sampai mereka berkata, ‘Mba itu bukan orang Bogor ya?” Gue pun berkata “Orang Bogor, tapi saya lupa.” (muka polos)

Tanpa lupa mengucapkan terima kasih, gue pun meneruskan perjalanan gue itu dan melangkahkan kaki ke Ekalos. Beli sepatu item sambil curcol sama mba2nya, cerita kalo itu buat Ospek, dia pun menanyakan banyak hal ke gue. Rumah gue, kampus gue, dsb. Dan gue menyesal memulai pembicaraan sama mba2 itu. Duit gue abis. Gue pun beranjak mencari mesin ATM. Pas di depan mesin ATM sebuah bank terkemuka di Indonesia, terlihat petugas-petugas sedang me-refill duitnya. Gue pun memutuskan untuk muter2 dulu sambil ngautis (baca : BBM-an sambil ketawa-ketawa sendiri).

Tiba-tiba ada mas2 bilang ke gue, “Ayo, Mba. Dicoba dulu refleksinya, Cuma sebentar aja kok. 5 menit aja.”

Gue : (masih ngeliat ke arah BB) “Oh, ngga Mas. Lagi buru-buru. Maaf ya.”

Mas2 itu tiba-tiba setengah berteriak : “Mba…Mba..Salah itu, Mba”

Gue : (kaget) Nengok ke depan dan ternyata itu adalah escalator turun. Gue pun maluu. Gue langsung cpet2 ke arah escalator yang bener. Pas udah beres muter-muter di lantai atas, gue pun mencari escalator turun, ternyata eskalator turunnya di tempat mas2 refleksi tadi. Gue urungkan niat. Malu. Gue pun memutuskan untuk turun dengan lift.. Puji Tuhan, kosong! Gue pun menuruni 1 lantai dengan LIFT.

Gue belanja dulu di Food Mart, beli barang2 buat ospek :

  1. Wafer ratusan lapis : Tango
  2. Minumannya Irfan Bachdin : Pocary Sweat
  3. Pipa saluran rasa manis : Chocolatos
  4. Air suci : aqua botol
  5. Coklat pesawat tempur tipe Z : Jet-Z
  6. Jus dalam kotak rasa smartphone : susah bener nyari jus kotak rasa blueberry ato blackberry.

Pulang.

Eh,tali perusiknya belom..Naek 09 ke arah Jambu Dua, bannya pecah, apes pangkat empat!

Diturunin,pindah angkot. Sampe di Jambu Dua, CENGO. Nanya dimana pom bensin. Gue pun jalan kaki ke tempat yang dituju, lagi panas parah cuacanya, siang bolong, jam 1an. Gue nanya lg ke abang2, katanya GA ADA Boogie di sekitar situ. Kecewa!

Gue pun puter balik sambil jalan kaki. Tapi gue masih penasaran, gue pun nanya lagi ke tukang jualan rokok. Katanya itu tuh Boogie disitu (sambil nunjuk ke arah tulisan Boogie yang keliatan kecil dan samar-samar) Cumiiiiii! Karena panas dan udah cape menggila, gue pun memutuskan untuk naek angkot. Tidak lupa mengucapkan terima kasih pada abang2 yang BAIK dan GA SESAT kayak yg sebelumnya itu..

Eng ing eng, sampailah gue di Boogie. Dengan tawa lepas penuh kemenangan dan perasaan sumringah berlebihan melebihi orang lagi jatoh cinta. Gue hampiri mbanya, tersenyuum, trus bertanya dan harapan gue pun sirna..

“Lagi abis Mba, stoknya.”

Gue : (frustasi, udah mau ngais-ngais tanah) Wah, dimana lagi ya Mba yang jual?

Mba2 : Wah, kurang tau saya.

Gue : Makasih yaaaaaaaaaaaaaaaaaa (dengan suara menyayat hati)

Aku pulangggg..teng tong teng tong teng.. Tanpa dendammmm…*then sing : Diulang-ulang.

Gue pun teringat sesuatu, ah kudu ke Mandiri ambil ATM gue yang baru itu..

Di Bank Mandiri, antrian sekarang menunjukkan angka 28, sedangkan nomer antrian gue 8.

Gue : Yah Mas, udah kelewat nomer antriannya, boleh nyelip kan ya? (polos n PD abis)

Satpam : Wah, ga bisa Mba. Kita Cuma toleransi 5 nomer.

Gue : Yah, tapi kan saya ambil nomernya duluan

Satpam : Yaudah ambil lagi aja nomer antriannya, sekarang no 37. Ga beda jauh kok. Cuma beda 9 nomer.

Gue : Oh, yaudah.

Pasrah, nungguin sejeman, sambil ngetik cerita ini di notes handphone-gue-yang-bisa-sliding-dan-bisa-touchsreen (bukan mau pamer, tapi saking pegelnya, gue sampe nyoba berbagai gaya ngetik. Ngetik pake touchscreen, trus ngetik pake keypad. Dan begitu seterusnya) sambil ketawa-ketawa sendiri kayak orang gila. Dan itu di bank!

Dan akhirnya gue pulang.. Sesampainya gue di rumah, entah knapa gue senenggg bgttt.. berasa nemu rumah setelah lama berkelana di hutan rimba.. Sampe di rumah, gue pun mulai merangkai kalung dukun gue : pete, jengkol dan ceker ayam sebagai ganti permatanya.. baunya indah bangeettt ngeelebihin bau WC! argh! Ulet petenya juga lucuuuu bangeett, joget2 pas gue bolongin tuh pete... mantap..

Sekian,cerita saya dan ospek kampus saya. Bagaimana ceritamu?

Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya..

Pertanyaan bonus :

  1. Berapa kali gue mengucapkan terima kasih yang ter-record dari data di atas? Hayoo..
  2. Sekitar berapa banyak duit yang gue habiskan di hari itu?

Hahhahahahahaha. Check it out! *kalo lagi ga ada kerjaan ato nganggur, monggo..

By : Dessy Natalia Dika

Selasa, 16 Agustus 2011

Good Night?

Actavis Indonesia,
A place when I feel LOVE and be loved..

Well, It's not the time to say Good Bye, because I won't go that far. I just would like to say "good night" because my English teacher said that it can be expressed when we'll be a part in a short time.

First,
Please accept my sincere apologize for all of the mistakes that I've ever and often done :)

Second,
Thank you so much for all! I know even a BIG thanks can't pay your kindness, all.
But I do thank for accepting, caring, teaching, reminding, loving, even underestimating me.
It helps me so much to be a better person :)
I just can pay it by praying and wishing you all the best things and future for your life.

Thank you for being the best part in my life.
See you soon!

Love you, Actavis..


Made by Love and without any translator <3

Kenapa Cabe Pedess??


Kenapa Cabai Pedas??


Ada orang yang makan pake kecap ataupun sambelnya malah dikasih gula. Katanya kalo makan pake cabe itu pedas. Cabe itu bikin sakit perut, dan bisa-bisa bikin mencret. Itu kalo dikonsumsi secara berlebihan. Tapi ada juga lho, orang yang gak bisa makan tanpa cabe. Ya, makan jadi gak enak gitu. Saking doyannya sama cabe, nasinya merah diselimuti cabe. Tapi anehnya lagi perutnya malah gak sakit dan tenang-tenang aja.

Dalam ilmu biologi, memiliki nama ilmiah cabe Capsicum. Secara lengkapnya cabe termasuk kedalam kerajaan (kingdom) plantae, divisi magnoliophyta, simpelnya lagi cabe termasuk kedalam spesies Annuum. Cabe atau cabai yang kita makan sehari-hari ini ternyata berasal dari daerah Amerika Selatan. Dan sebagian besar spesies cabe terdapat disana. Cabe dapat hidup di daerah beriklim tropis, subtropis, atau kontinental, maka persebarannya semakin meluas.

Meskipun rasa cabe memang pedas, namun cabe sangat penting juga. Karena cabe mengadung vitamin dan mineral. Nah, mengapa rasa cabe itu pedas? Tentunya ada yang membuat cabe itu pedas. Zat yang membuat rasa cabe itu pedas dinamakan capsaicin (capsaicin oil). Capsaicin bersifat seperti minyak, dan ‘membakar’ sel-sel pengecap di lidah saat kita makan cabe, nah itulah yang dinamakan rasa pedas. Rasa pedas yang tertinggi terdapat pada ‘urat’ putih tempat melekatnya biji. karena pada urat itulah Capsaicin di hasilkan. Bagimana membuat rasa pedas itu hilang? salah satu caranya yaitu dengan membuang biji cabe. Biji juga menghasilkan Capsaicin yang konsentrasinya tinggi.

Rasa pedas juga memiliki satuannya. Satuannya ini disebut Scoville yang dikembangkan oleh Wilbur Scoville pada tahun 1912. Dalam menetukan satuan ini melakukan percobaan. Percobaannya ini dilakukan dengan melarutkan bubuk cabe murni kedalam larutan air dan gula, dan diukur dengan panel khusus sambil dikurangi konsentrasinya. Dan kadar bubuk cabe murni yang larut sampai tidak ada rasa pedas lagi akan menjadi angka hasil pengukuran. Tingkat kepedasan cabe berkisar dari 0-300,000 Scoville.

Dalam penggolongan cabe, cabe dapat dikelompokkan menjadi cabe manis, (sweet), agak pedas (mild), pedas sedang (medium), pedas (hot), dan sangat pedas (very hot). Cabe manis kepedasannya berkisar di skala 0-1000 dalam satuan Scoville, contohnya yang biasa kita sebut paprika (cabe gendut yang biasa ada di salad). Nama-nama asing lainnya seperti Pimentos, Rellenos, dan Sweet Banana peppers juga masuk dalam kelompok ini. Skala 1000-3000 digolongkan ke tingkat agak pedas. Cabe yang kita makan itu termasuk ke dalam kelompok pedas sedang, dengan skala 3000-6000 satuan Scoville. Di kelompok ini juga ada cabe yang sangat terkenal di Meksiko, yaitu Jalapeno. Lalu di tingkat pedas, di skala 6000-50,000 satuan Scoville, kita bisa menemui si kecil yang biasa menemani pas makan tahu isi, tempe mendoan, atau dipake di acar, yaitu yang kita kenal dengan nama cabe rawit. Tapi ini tidak mutlak, soalnya tidak pasti setiap cabe rawit yang dipakai itu sama spesiesnya. Tabasco bukan merk) juga sekelompok dengan cabe rawit. Dan yg terakhir, yaitu skala 50,000-300,000 satuan Scoville atau tingkat sangat pedas, buat kita yang asalnya dari daerah Asia Tenggara.

Cara lain untuk menghilangkan rasa pedasnya cabe. Dengan memakan dan meminum susu sesuatu yang mengandung susu seperti keju, es krim (bukan es sirup), dan butter rasa pedas yang membakar lidah kita akan sedikit berkurang. Karena makanan atau minuman yang terbuat dari susu (kasein) mampu melepaskan ikatan antara capsaicin dengan sel-sel pengecap dalam mulut. Tapi jangan sekali melakukan tindakaan yang bodoh di saat kepedasan. Seperti jangan meminum soft drink.Karena minuman yang seperti ini akan menambah rasa kebakar di lidah kita sendiri.

Selain mengandung vitamin cabe juga sangat dibutuhkan tubuh. Salah satunya cabe dapat membunuh bakteri merugikan dalam pencernaan. Nah, buat adik-adik yang takut makan cabe, sekarang mulailah untuk memakan cabe. karena cabe itu penting juga lho. Tapi jangan terlalu banyak mengkonsumsi cabe, efek sampingnya akan merangsang aliaran darah bergerak cepat dan melonggarkan penyumbatan lendir pada hidung dan tenggorokan. Dan inilah yang menyebakan kalau kita banyak mengkonsumsi cabe hidung kita jadi mengelurkan cairan atau lendir.

Cabai Merangsang Selera Makan
Meski pedas, banyak orang gemar makan cabai. Bahkan sebagian orang merasa akan belum lengkap jika blm disertai dengan sambal. Konon, rasa pedasnya meninbulkan ketagihan. “Tidak ada zat dalam cabai yang menimbulkan ketagihan. Ketagihan muncul karena kebiasaan saja” kata Siti Nurhidayati R. SKM MKes, dosen akademi Gizi Surabaya.
Apa yang membuat cabai terasa pedas hingga menimbulkan sensasi makan tersendiri? Biang keladinya CAPSAISIN. Bahan ini tersimpan dalam “urat” putih cabai, tempat melekatya biji. jadi kalau ingin mengurang rasa pedas pada masakan, buang bagian dalam cabai dan gunakan saja kulitnya.

Capsaisin bermanfaat juga sebagai obat. Caranya, rasa pedas yang ditimbulkan capsaisin menghalang aktivitas otak ketika menerima sinyal rasa sakit dari sistem saraf pusat. Terhambatnya perjalanan sinyal tersebut akan mengurangi rasa sakit.
Selain itu, cabai mampu merangsang produksi hormon endorfin. hormon ini bisa disebut morfin alami yg membangkitkan sensasi kenikmatan., yang kemudian memacu selera makan. Selera makan yang baik mempermudah proses pencernaan bahan makanan. Kalau makan dalam suasana murung, tentu akan lebih lama mengunyak makanannya.
Selain pedas, cabai jg mengandung vitamin C dan betakaroten (provitamin A). Vitamin C dan betakaroten berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam 100 gram cabai rawit, terdapat 70 mg vitamin C dan 40.181,9 mikrogram berakaroten. Sedangkan 100 gr cabai besar mengandung 18 mg vitamin C dan 1.709 mikrogram berakaroten. Cabai hijau besar mengandung 84 mg vitamin C dan 944,45 mikrogram berakaroten per 100 gram.
Karena mampu membangkitkan selara makan, kapan cabai bisa dikenalkan pada anak? Siti menyebutkan setelah usia lima tahun. Tentu saja, perkenalan dilakukan secara bertahap dengam membuang sisi dalam cabai. Jika pencernaan anak tidak sanggup, misalnya terjadi diare, jangan diteruskan. Pada orang tertentu, cabai memacu produksi gas berlebih di lambung hingga berdampak iritasi lambung.

Senin, 20 Juni 2011

Love

I do agree with the statement that says "we will meet a wrong Love before we meet the TRUE one"
emm.. unfortunately, our love is too real, no time for a fake man..
That's why, It's okay when we fall down in a *ridiculous* love, we will know how to get a better love, how to get up from the dark side of love. We will know how to build a better relationship then..

The real love will never ask you to change much, will never hurt you, will never make you sad for stupid reasons. Yea, It knows how to treat you well, how to make you understand without hurting you, and it will bring you into a real happiness..

For the one that ever hurt you, just forgive him, say thanks deeply for all that he has done to you, for the best moments ever, for the happiness that he ever brings in your life, and be happy that he has been a part of your life.

Love doesn't mean being perfect all the times. Perfect is impossible to reach. It's easy to think about perfection but too hard to make it real. Love means accepting people without ignoring his or her weaknesses, knowing their SWOT and make him or her believe that they will be safe.

Mouth can lie, but heart can't. So, be honest with your heart and make it believe that it will find the right one :)

Finding a way back into Love*

Selasa, 19 April 2011

love*

When I'm with you,
suddenly I believe..
I'm safe!
There is no need to cry
There is no need to be worry
coz you are there,
beside me
And you promise me,
You'll always be with me..
It's more than what I need
You hold my heart tight
Then, You make me believe
Believe the true meaning of L.O.V.E
Coz You are Love

Selasa, 29 Maret 2011

Perjalanan karier seorang Dessy Natalia

Well, semua berawal sejak gue lulus SMA, tepatnya lulus dari sekolah yang bernama SMAKBO. Sekolah aneh dengan basis pendidikan Kimia yang program belajarnya 4 tahun dan bikin anak-anaknya terlihat Cerdas bin Autis, dan terkesan bagaikan diktat kimia berjalan >.< awesome!

Gue mulai cari-cari kerjaan setelah harapan gue untuk masuk IPB kandas dengan tragisnya, yang baru-baru ini gue sadari kalo emang bukan rencana Tuhan buat gue masuk sana, thx God!

Pertama kali gue nyoba tes untuk jadi Laboran (mereka menyebutnya begitu) Kalbe Nutritional, dan setelah lulus tes tahap ke3, gue pun diundang untuk interview. Tapi berhubung gue masih sangat polos dan lugu. Gue jawabnya terlalu "abg labil" banget dan ga berhasil membuat mereka terkesima. argh!

Simulasi interview pertama gue :
Ms. X : Jadi, Dessy. Apa motivasi kamu untuk bekerja di sini?
Gue : Ya, tadinya saya pengen kuliah sih Bu, tapi saya pikir2 kerja lebih berprospek buat masa depan saya.
Ms. X : (masang muka bingung) Lalu, kenapa kamu mau mempelajari kimia hingga 4 tahun seperti itu di smakbo?
Gue : Awalnya saya dipaksa Mama saya, dan setelah saya pikir-pikir ya enak juga belajar kimia. Lagian udah terlanjur, yaa terpaksa saya berjuang sampe akhir.
dan berbagai jawaban konyol lainnya ala gue, yang BENER-BENER terjadi dan bikin gue tereak-tereak tiap kali ngingetnya --' (kok bisa sih gue sepolos itu?)

YAIYALAH, gue ga diterima hahahaa

Tapi cukuplah jadi pengalaman berharga yang akhirnya membawa gue ke 3 perusahaan berikutnya, yang ketiganya langsung nerima gue buat kerja. Dan berbekal pengalaman interview pertama, cukup untuk membuat para interviewer berikutnya terkesima haha.

Dan akhirnya gue memilih, PT Actavis Indonesia yang berlokasi di Cibubur dekat Depok. Berbasis PMA (Perusahaan Milik Asing) yang terkesan canggih, modern dan keren..
yaa, emang keren sih kalo soal teknologi..

Pas Interview awal : to be continued..